Info Terbaru
Komentar Terbaru
Arsip

Berita Manca Negara

Herbal Asli Bali
image

Bali Padma Herbal

info@balipadmaherbal.com


Jl. P. Batam No.39 Pesiapan Tabanan, Telp: 03617917629
Kategori
Album


 GLOBAL FM STREAMING

Translator

SAMBILOTO Andrographis paniculata (Burm.f) Nees

KLASIFIKASI : Sambiloto disebut Andrographis paniculata (Burm.f) Ness, atau Justicia paniculatum Burm. atau Justicia latebrosa Russ. termasuk ke dalam famili tumbuhan Achantaceae. Nama daerahnya Papaitan, ki Peurat atau bidara.

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia. Kandungan kimia yang sudah diketahui a. l. laktone dari daun dan cabang berupa deoxy-andrographolide, andrographolide (zat pahit), Neoandrographolide, 14-deoxy-11,12 dehydroandrographolide dan homoandrographolide. Falavonoid dari akar berupa polymethoxyflavone,  andrographin, panicolin, mono-o-methylwithin dan apigenin-7,4-dimethyl eter, alkane, ketone dan aldehyde, kalium, kalsium, natrium dan asam kersik, damar. Andrografolida sekurangnya 1%. Kelmegin (zat amorf) dan hablur kuning, pahit sampai sangat pahit.

EFEK FARMAKOLOGIS : Tumbuhan ini bersifat : Menurunkan panas / panas dalam, antibiotic, antipiretik, anti radang, anti bengkak, anti diare, hepatoprotektif. Obat ini masuk sel trophocyt dan trophoblast, berperan dalam kondensasi cytoplasma dari sel tumor, pyknosis dan mengahncurkan inti sel. Herba ini efektif untuk infeksi dan merangsang phagocytosis (immunostimulant). Mempunyai efek hipoglikemik, hipotermia, diuretik, anti bakteri dan analgetik. Sudah banyak dibuat tablet dan obat suntik. Pahit, dingin, masuk meridian jantung dan paru-paru. Meningkatkan kekebalan tubuh seluler. Meningkatkan aktifitas kelenjar-kelenjar tubuh.

UJI KLINIS / PRA KLINIS :

1.       Suatu uji klinis acak tersamar ganda telah dilakukan dengan membandingkan serbuk Sambiloto dan tetrasiklin pada pengobatan diare akut dan disentri basileri. Penderita (n=200) menerima kapsul Sambiloto (500mg) oral, 4 kali selama 3 hari. Sambiloto menurunkan frekuensi dan jumlah feses dibanding tetrasiklin. (P.12).

2.       Uji pra klinis, efek hepatoprotektif andrografolia ditunjukkan dengan adanya hambatan kerja hati tikus. Pemberian dekok sambiloto pada penderita infeksi hepatitis dilaporkan mengurangi gejala sakit, ekstrak 500 mg/kg bb, mempunyai efek melindungi hati dari kerusakan akibat pemberian CCl4 . (P.12).

3.       Uji pra klinis, efek hipoglikemianya diujicobakan pada kelinci dan terbukti dapat mencegah terjadinya hiperglikemia yang diinduksi oleh glukosa, yang mungkin disebabkan karena ekstrak sambiloto dapat mencegah ansorpsi glukosa dari usus. (P.13).

4.       Uji pra klinis, efek antihistaminergik fraksi etanol samboloto pada marmot mempunyai efek antihistaminergik (p < 0,05), penambahan konsentrasi menambah hambatan efek kontraksi ileum marmot yang telah diinduksi dengan histamine dihidroksiklorida. (P.13).

5.       Uji pra klinis, efek hipotermia/antipiretik sambiloto pada mencit yang diberi infuse daun secara intra-peritonial dengan dosis 1 mg/kg bb. Dapat menurunkan suhu kurang dari 2º C. (P.13).

6.       Uji pra klinis daya analgetik infuse sambiloto 10 % pada mencit dengan cara Siegmund dan Hendeshat 7 Fortash pada dosis 8 mg/kg bb dengan pembanding fenilbutazon 48 mg/kg bb dan asetol 52 mg/kg bb, ternyata infuse sambiloto memberikan efek sebesar 125%. (P.13).

7.       Uji pra klinis efek diuretik sambiloto dibuktikan dengan menggunakan ekstrak kloroform dengan dosis 8 mg/kg bb, pada tikus dengan pembanding furosemid dosis 25 mg/kg bb. (P.13).

8.       Uji pra klinis efek anti inflamasi atau annti radang, percobaan pada mencit menunjukkan bahwa infuse daun 51,4 mg/100 gr bb. Secara oral dapat meningkatkan efek anti inflamasi. (P.13).

9.       Uji pra klinis efek terhadap aktifitas immunomodulator sambiloto dengan memberikan residu secara oral pada mencit 2 kali sehari selama 2 hari pada dosis 0,1 mg, 0,5 mg, 1 mg/25 gr bb, menyebabkan aktivitas fagositosis mulai meningkat (immunostimulant). (P.13).

10.    Uji pra klinis efek kardiovaskuler (fibrinolitik action lemah). Percobaan efek protektif terhadap 13 ekor anjing yang dibuat infark jantung dengan obat iskemia miyokardium dengan pemberian ekstrak sambiloto secara in vitro menunjukkan efek membatasi perluasan fokus terjadinya iskemik, memperbaiki, melindungi terhadap iskemik yang reversible dan mempunyai efek fibrinolotik lemah (menghasilkan finrin). (P.13).

11.    Uji klinis anti tumor ekstrak sambiloto dilaporkan oleh Chang et al (1986) yang menyebutkan bahwa ekstrak sambiloto sangat efektif untuk mengobati malignant trophoblast. Dari 60 kasus choriocarcinoma dan malignant hydatidiferm mole dimana 41 diantaranya mengalami merastasis, setelah pemberian ekstrak sambiloto 41 kasus mencapai short term remission; 12 kasus managed with solely. (P.14).

Catatan : Sambiloto telah dipatenkan sebagai anti HIV pada 13 Desember 1996 oleh Precelsian inc. Bekerjasama dengan atsyr University dengan nama dagang “Andro Vir”.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini diperoleh dari seluruh tanaman.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA

Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai Negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :

1.       Thypus abdominalis. Daun segar 10 – 15 lembar, rebus, +madu, minum. (Saran 3x1 kapsul/hari) .

2.       Disentri basiler/diare. Daun  9 – 15 gr kering direbus untuk 2 x minum. (Saran 3x1 kapsul/hari)

3.       Flu, sakit kepala, panas. Minum bubuk tanaman, sehari 3 kali @ 1 gr. (Saran 3x1 kapsul/hari) .

4.       Influenza, radang paru. Bubuk daun kering, sehari 3 – 4 kali @ 3 gr. (Saran 3x1 kapsul/hari) .

5.       Radang saluran nafas, radang paru. Daun kering, 9 gr, godok, minum. (Saran 3x1 kapsul/hari) .

6.       TBC Paru. Daun kering digiling menjadi bubuk, diaduk dengan madu dan dibuat pil dengan diameter 0,5 cm. sehari 2 – 3 kali @15-30 pil, diminum dengan air matang. (Saran 3x1 kapsul/hari) .

7.       Batuk rejan. Daun 3 lembar diseduh, campur madu. Minum sehari 3x. (Saran 3x1 kapsul/hari) .

8.       Darah tinggi. Daun 5 – 7 lembar diseduh, minum, sehari beberapa kali. (Saran 3x1 kapsul/hari) .

9.       Infeksi mulut, tonsillitis. Bubuk daun kering 3-4½ gr, campur madu, minum. (Saran 3x1 kapsul/hari) .

10.    Pharyngitis. Herba segar 9 gr, dikunyah dan ditelan.

11.    Infeksi telinga dalam (OMA). Herba segar 9 – 15 gr, digodok dan diambil airnya untuk tetes telinga.

12.    Kencing manis. ½ genggam daun digodok, 10 cm batang brotowali, segenggam daun kumis kucing, direbus dalam 3 gelas air jadikan 2¼ gelas. Dinginkan, saring, minum sehabis makan. Sehari 3 kali ¾ gelas. (Saran 3x2 kapsul/hari, minum banyak air) .

13.    Kencing nanah (gonorrhoea). 3 tanaman dicuci, digodok dengan 4 gelas jadi 2¼ gelas, saring, minum dengan madu. Sehari 3 kali ¾ gelas. (Saran 3x3 kapsul/hari, minum banyak air) .

14.    Digigit ular berbisa. Turapkan daun dan tembakau yang dilumatkan, dan minum rebusan daun.

15.    Kudis. Tumbuk daun + belerang, lumurkan. Minum rebusan 5 lembar daun sendok dan 7 daun sambiloto segar, sarinh, minum sehari sekali.

16.    Luka bakar. Bubuk daun diaduk dengan minyak kelapa, balurkan atau kompres dengan godokan daun segar.

17.    Air rebusan daun sambiloto dipakai untuk membangkitkan nafsu makan.

18.    Obat demam. Minum perasan daun, dan tempelkan daun ke badan. (Saran 3x1 kapsul/hari) .

19.    Disentri. Segenggam daun sambiloto kering dan air segenggam, rebus, minum.

20.    Kanker, penyakit trophoblastik dan hamil anggur. Obat suntik, infuse atau tablet dari daun sambiloto.

21.    Hepatoprotektor. 5 – 10 gr daun sambiloto kering, direbus dan diminum airnya.

22.    Kolesterol dan asam urat. (Saran 3x1 kapsul/hari) .

PERINGATAN-PERHATIAN : Ekstrak sambiloto mempunyai kemungkinan efek sinergis dengan Isoniacid. Uji in vitro (pada hewan) memberi kemungkinan bahwa sambiloto berefek abortifasien dengan demikian tidak boleh diberikan selama masa kehamilan. Efek ras pahit ; mual, muntah.

CARA BUDIDAYA : Perbanyakan tanaman menggunakan biji atau stek batang.

DAFTAR PUSTAKA

1.       Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia – Prof. H.M Hembing W, dkk, jld 2, P. Kartini, Jkt, 1995.

2.       Budidaya Tanaman berkhasiat Obat – G. Kertasapoetra, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta, 1992.

3.       Pemanfaatan Tanaman Obat Untuk Kesehatan Keluarga – Pedoman kader, Djoko Hargono Drs, dkk, Departemen Kesehatan, Dirjen, Pembinaan Kesehatan Masyarakat Jakarta, 1991.

4.       Cantik dan Bugar dengan Ramuan Nabati, Dra Emma S.Msc, dan Ir.Rina N.S, Pen.Swadaya, Jakarta, 1995.

5.       Tumbuhan Obat, Oswald T. Tampubolon, Penerbit Bhatara, Jakarta, 1995.

6.       Sambiloto, Trubus 297-Agustus 1994. Sambiloto Untuk Diabetes, Enny P. T, Trubus 305 – April 1995.

7.       Obat Asli Indonesia, Dr. A. Seno Sastroamidjojo, PT. Dian Rakyat, Jakarta, 1988, hal. 460.

8.       Ensiklopedi Tumbuhan Berkhasiat Obat, Samsoeri Effendi, Karya Anda, Surabaya, 1982, halaman 112.

9.       Inventaris Tanaman Obat, Dra. Sri Sugati S, DR Johnny Ria H, DepKes, 1991, Jilid I, hal. 54.

10.    Medicinal Herbs in Indonesia, PT Eisai Indonesia, Jakarta, 1995, nomor 1906.

11.    Ramuan Tradisional Obat Diabetes, Dr. Setiawan D, Penebar Swadaya, Jakarta, 1996, hal. 90.

12.    Acuan Sediaan Herbal, DitJen POM-DepKes RI, PT. Indofarma, Jakarta, 2000, hal. 42.

13.    Warta Tumbuhan Obat Indonesia, POKJANASTOI, Jakarta, 1996, vol 3, no. 1.

14.    Terapi Biologi Untuk Kanker, Koosnadi Sapoetro, Soeprapto Maat, Roem Soedoko,Univ.Airlangga press, 2000,hal. 84.

15.    Ramuan Tradisional Untuk Penyakit Kulit, Pen. Swadaya, Santoso D, Drs. Didik G, Apt.SU, 1999, hal. 82.

16.    Principles and Practice of Phytotherapy, Modern Herbal Med, Mills Simon& Bone Kerry,Churchill Livingstone, 2000.

17.    A Guide To Medicinal Plants, Singapore Science Centre, 1998, page. 14.

 

Tue, 2 Mar 2010 @16:08
Tags: sambiloto


1 Komentar
image

Sun, 21 Nov 2010 @12:44

venansius ratno kurniawan

mas, mbak saya mhsiswa kdokteran d sbya. kebetulan skrng lagi penelitian tntang efek hepatoprotektif ekstrak daun sambiloto pada tikus yang diinduksi paracetamol.
oki, saya sangat bertrima kasih apabila mas , mbak , bapak / ibu berkenan membagi refrensi tentang daun sambiloto......

trimakasih
hormat saya
ratno


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 6+6+8

Copyright © 2012 Bali Padma Herbal · All Rights Reserved



RSS Feed