EFEK FARMAKOLOGIS : Tumbuhan ini bersifat : manis, sejuk. Anti inflamasi, anti racun, penurun panas, peluruh air seni (diuretikum), anti lepra, anti sifilis sekaligus merevitalisasi sel kulit. Anti lepra dan anti sifilis berasal dari triterpenoida ; asiaticoside dan vellarine. Daun ; sebagai astringensia dan tonikum. Pegagan dikenal untuk revitalisasi sel tubuh dan untuk kesuburan wanita. Memperbaiki sirkulasi dengan revitalisasi pembuluh darah (mempertinggi permeabilitas kapiler).
BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Seluruh tanaman.
UJI KLINIS / PRA KLINIS :
1. Uji klinis zat asiaticoside pada ekstrak pegagan 1 % dalam salep atau 2 % serbuk mempercepat penyembuhan luka. Pada uji klinik terbuka terhadap 20 penderita dengan luka terinfeksi dan kronik yang diberi ekstrak yang mengandung 89,5% Centella asiatica dapat menyembuhkan 64% luka dan menghasilkan perbaikan pada 16 % luka yang diteliti. Aplikasi total ekstrak pada luka bakar kategori kedua dan ketiga adalah mempercepat penyembuhan, mencegah pengerutan dan pembengkakan karena infeksi dan selanjutnya menghambat terjadinya hipertropi. Setelah 3 minggu 17 penderita mengalami kesembuhan yang sempurna. Kandungan asicoside, asam asiatat, dan madecassiside memacu produksi kolagen I. kolagen I adalah protein yang berperan dalam penyembuhan luka pada manusia. Di India dan Madagaskar uji klinis juga dilakukan pda penderita lepra, luka-luka, dan lesi pada jari-jari dan mata. Hasilnya sangat bagus sehingga dibuat sediaan berbentuk injeksi. Cara kerja asiaticosida ini terhadap bakteri serupa dengan cara komponen kimia minyak atsiri alam, bekerja menembus dinding sel berbagai bakteri dan fungus; aktivitas antimikroba dari minyak atsiri disebabkan oleh sifat kelarutannya dalam kedua lapisan fosfolipida dari selaput sel. (P.12).
2. Uji pra klinis efek diuretik pegagan ditunjukkan dengan semakin besarnya pengaruh terhadap pengeluaran air kemih pada dosis 16 g/kg bb. (P.12).
3. Uji pra klinis yang dilakukan Knobloch menunjukkan bahwa komponen sitronelal, linalool dan neral (sitral – a) memiliki aktivitas anti bakteri R. shaeroides, E. coli, vulgaris, M. luteus, B. subtilis, Ent. Aerogenes dan S. aureeus. (Mengutip, pembahasan pemakalah, POKJANASTOI/P.12 hal. 57)
4. Uji pra klinis anti tumor in vitro ekstrak Centella asiatica dilakukan di Amala cancer Research Centre, kerala, India, terhadap sel tumor Ehrlich ascites dan sel tumor ascites limfoma Dalton. Terjadi hambatan pertumbuhan dari cell line tersebut dengan dosis efektif-50 (ED50 ) sebesar 17 dan 22 mikrogram/ml. pemberian per oral kepada mencit yang terkena tumor ascites dan kanker yang solid akan memperpanjang waktu hidup mencit kontrol. Diperkirakan kerja anti-tumor dari ekstrak tersebut mempengaruhi sintesis DNA. (P.13)
PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA
Berdasarkan berbagai literature yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai Negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Infeksi batu sal.kencing/ kencing keruh. Rebus 30 gr segar dengan air beras bilasan II.(kapsul 3x2 /hari)
2. Susah kencing. Lumatkan 30 gr pegagan segar, temple di pusar. (Saran 3x1 kapsul perhari)
3. Pembengkakan hati. Rebus 240-600 gr pegagan segar, minum rutin (saran 3x3 kapsul perhari)
4. Campak. Rebus 60 – 120 gr pegagan segar, minum secara rutin (saran 3x2 kapsul perhari)
5. Bisul. - Pegagan segar 30 – 60 gr, direbus, minum. - Pegagan segar dilumaykan, tempel. ]
6. Mata merah, bengkak. Pegagan, dilumatkan, diperas, airnya saring. Teteskan ke mata 3 – 4 kali sehari.
7. Batuk darah, muntah darah, mimisan. Rebus 60 – 90 gr segar, minum. (saran 3x3 kapsul perhari)
8. Batuk kering. Segenggam segar dilumatkan, peras. Ditambah air dan gula batu secukupnya, minum.
9. Demam, radang amandel, sakit tenggorok, Bronchitis. Segenggam penuh pegagan segar ditumbuk, tambah sedikit air dan garam, saring. Minum pagi-pagi sebelum makan.
10. Darah tinggi. Daun 20 lembar pegagan direbus 3 gelas jadi 2¼, minum 3x¼ gelas. (Saran 3x1 kapsul/hr)
11. Wasir. Rebus 4 – 5 pohon pegagan, 2 gelas, 5 menit. Minum. (Saran 3x2 kapsul/hr)
12. Keracunan gelsemium elegans, arsenic. Rebus 15 – 30 gr pegagan segar, minum.
13. Sakit perut, cacingan, menambah nafsu makan. Rebus 15 – 30 gr segar, minum. (Saran 3x1 kapsul/hr)
14. Lepra. Rebus 15 – 30 gr pegagan segar, minum. Tumbuk 30 gr daun ditambah jinten hitam 25 gr, dan cuka jawa 1 sdm, dan tempelkan ke tempat yang sakit.
15. Panas. Rebus segenggam pegagan bersama 3 butir adas, sepotong kulit batang pulosari, sesiung biji bawang merah, dan 3 cangkir air sampai menjadi 1 cangkir. Saring, minum.
16. Batuk asma. –Tumbuk 1 genggam pegagan +7 daun randu, +air 1 cangkir + gula batu, saring, minum tiap pagi. - Tumbuk pegagan, patikan kebo, kencur, +secangkir air, saring, + gula batu, aduk, minum tiap pagi.
17. Sakit kepala. Segenggam dan pegagan rebus + ¼ sendok jinten +segelas air jadi ½, saring, minum.
18. Typhus. Segenggam pegagan, ½ genggam daun jintan dan 5 batang tapak liman. Semua dikukus untuk diambil airnya. Minum bersama 1 sendok madu.
19. Busung. Segenggam pegagan, 3 batang alang-alang, 1 potong kulit kamboja. Rebus dengan 3 gelas air sampai mendidih. Minum 3 x sehari 1 cangkir.
20. Keracunan jengkol. Daun 10 – 15 lembar pegagan, direbus dengan 3 gelas air jadi separuhnya, minum.
21. Ayan. 1 sendok serbuk daun pegagan + gula aren, diseduh, saring, minum. (Saran 3x2 kapsul/hr)
22. Revitalisasi sel (luka, luka bakar, borok kulit, pencegahan koloid, bekas luka hipertropi). (Saran 3x1 kapsul/hr)
23. Kesuburan wanita/wajah berseri. 10 gr direbus dengan 3 gelas air hingga tinggal 1 gelas, minum airnya.
24. Cuci darah. Daun pegagan 30gr, daun katu 15gr, temulawak 100gr, ketumbar 40gr, rebus, minum airnya.
CARA BUDIDAYA : Perbanyakan tanaman menggunakan stolon dan akar tunggang (bonggol). Stolon berakar/ bertunas dipotong-poyong sepanjang 2,5 cm dan tanam langsung.
DAFTAR PUSTAKA
1. Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia –Hembing W, dkk, jld 1, Pus.Kartini, Jakarta, 1995, halaman 78.
2. Buddaya Tanaman Berkhasiat Obat-G. Kertasapoetra, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta, 1992
3. Pemanfaatan Tanaman Obat Untuk Kesehatan Keluarga-Ped.Kader,DjokoHargonoDrs.dkk,DepKes,Jkt,’91.
4. Pegagan, Herba Multi Manfaat, Soeharso, Trubus 275, - Th XXIII, - Oktober 1992.
5. Bibit Pegagan, Soegeng Sudiarso dkk, Trubus 311 – Th XXVI – Oktober 1995.
6. Tumbuhan Obat, Oswald T. Tampubolon, Penerbit Bhatara, Jakarta, 1995.
7. Tanaman Obat Tradisional, Thomas ANS, Jilid I, Penerbit Kanisius – Yogyakata, 1995.
8. Inventaris Tanaman Obat, Dra. Sri Sugati S, DR Johnny Ria H, DepKes, 1991, Jilid I, hal.132.
9. Medicinal Herbs in Indonesia, PT Eisai Indonesia, Jakarta, 1995, nomor 1473.
10. Ramuan Tradisional Obat Darah Tinggi, Prof. Hembing & Dr Setiawan D, Penebar Swadaya, 1995.
11. Acuan Sediaan Herbal, DitJen POM-DepKes RI, digandakan oleh PT Indofarma, Jakarta, 2000. hal. 121.
12. Warta Tumbuhan Obat Indonesia, POKJANASTOI, Jakarta, 1992, vol. 1 no. 2.
13. Terapi Biologi Untuk Kanker, Koosnadi Sapoetro, Soeprapto Maat, Roem Soedoko, Univ. Airlangga press, 2000, hal. 79.
14. Herbal Remidies Handbook, Chevallier Andrew, Dorling Kindersley, London, 2001, page. 42.
15. Principles and Practice of Phytotherapy, Modern Herbal Medicine, Mills Simon and Bone Kerry, Churchill Livingstone Publishers, 2000, hal. 205, 224.
16. Ramuan Tradisional Untuk Penyakit Kulit, Pen. Swadaya, Santoso D, Drs. Didik G, Apt.SU, 1999, hal. 76.
17. Toga2, Hieronymus BS, Kanisius, 1998, hal. 50.
A Guide To Medicinal Plants, Singapore Science Centre, 1998, page. 40.