DOMAIN ANDA AKAN BERAKHIR PADA TANGGAL 2012-02-08 00:00:00

SEGERA HUBUNGI SITEKNO UNTUK MELAKUKAN PERPANJANGAN DOMAIN [TUTUP]

Info Terbaru
Komentar Terbaru
Arsip

Berita Manca Negara

Herbal Asli Bali
image

Bali Padma Herbal

info@balipadmaherbal.com


Jl. P. Batam No.39 Pesiapan Tabanan, Telp: 03617917629
Kategori
Album


 GLOBAL FM STREAMING

Translator

MENIRAN (Phyllanthus urinaria Linn)

EFEK FARMAKOLOGIS : Tumbuhan ini bersifat ; astringent, peluruh air seni (menghambat pembentukan kristal kalium oksalat), penurun panas, antihepatotoksik, antibakteri terhadap Eschericia coli, Straphylococcus aureus, Bacillus subtilis, hipoglikemik. Ekstrak meniran dapat manghambat aldose reduktase (AR) karena senyawa ellagic acidnya mempunyai daya hambat 6 kali lebih kuat daripada quercitrin yang dikenal sebagai penghambat AR (proses reduksi aldose menjadi diabetes). Dalam farmakologi Cina disebut tumbuha ini memiliki rasa agak asam dan sejuk.

 

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Seluruh tanaman yang kering dengan dianginkan.

 

UJI KLINIS / PRA KLINIS :

1.       Uji in vitro efek antihepatotoksik meniran terbukti mempu mengatasi infeksi hepatitis terutama hepatitis B; menghambat aktivitas polymerasevirus dan mengurangi episomal hepatitis B. (P.10)

2.       Uji klinis immunostimulant meniran, Thabrew (1991), menyebutkan bahwa pemberian oral tanaman ini mampu meningkatkan aktivitas sistem komplemen melalui jalur klasik. (P.11)

3.       Uji klinis, Suresh (1994), menyebutkan bahwa genus Phyllanthus niruri L. mampu menurunkan titer HbsAg (Ji XH, 1993). Pemberian secara oral dengan serbuk tanaman ini pada penderita hepatitis B kronis mampu menurunkan dan menghilangkan HbsAg sampai 55 – 60 % (Thyagarajan, 1988).

4.       Uji klinis. Pengujian immunomodulator yang lebih lengkap dilakukan oleh Suprapto Ma’at (1997) yang melibatkan berbagai komponen imun sistem, baik yang termasuk dalam respon imun humoral maupun seluler. Dikatakan, pemberian oral ekstrak seluruh bagian tanaman meniran pada mencit dapat mempengaruhi fungsi dan aktivitas sel-sel immunokompeten, diantaranya terhadap :

a.       Sistem komplemen, meningkatkan hemolitik total komplemen.

b.       Sel monosuit/makrofag, mengingkatkan aktivitas kemotaksis dan fungsi fagositosin.

c.        Sel neutrofil meningkatkan aktivitas kemostatis.

d.       Sel NK meningkatkan sitotoksisitas sel NK.

e.        Meningkatkan aktivitas proliferasi limfosit T.

f.        Menurunkan sekresi IL-2.

g.        Meningkatkan sekresi IL-4.

h.       Meningkatkan proliferasi limfosit B, meningkatkan produksi antibody primer dan sekunder.

 

Catatan : Ekstrak Phyllanthus niruri L. telah didaftarkan ke DitJen Hak Cipta / Paten Dept. Kehakiman Jakarta oleh Suprapto Ma’at tahun 1997, sebagai immunostimulator dan immunoterapi untuk infeksi hepatitis.

 

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA

Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai Negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :

1.       Nephritic edema (radang ginjal dengan protein dalam air seni). ½ genggam daun meniran ditambah 3 gelas air, rebus sampai ¾nya, ditambah madu. Sehari 3 x ¾ gelas minum. (Saran 3 x 2 kapsul serbuk atau 3 x 1 kapsul ekstrak per hari, minum banyak air. )

2.       Susah kencing disertai sakit perut / pinggang. Tanaman segar 7 batang, rebus 2 gelas sampai 1 gelas. Sehari 1 x ⅓ gelas. (Saran 2 x 1 kapsul serbuk atau 1 x 1 kapsul ekstrak per hari)

3.       Nyeri buang air kecil. 5 batang meniran berikut akarnya, direbus dalam 2 gelas air sampai menjadi 1 gelas, minum. (Saran 2x1 kapsul serbuk atau 1x1 kapsul ekstrak per hari, minum banyak air. )

4.       Batu ginjal. 1 sendok bubur daun kumis kucing ditambah 7 batang meniran (+akar) direbus dalam 2 gelas air menjadi 1 gelas. Sehari 3 x ⅓ gelas. (Saran 3 x 1 kapsul serbuk atau 2 x 1 kapsul ekstrak per hari, minum banyak air. )

5.       Disentri. Herba segar 30 – 60 gr direbus. (Saran 3 x 2 kapsul serbuk atau 3 x 1 kapsul ekstrak per hari)

6.       Hepatitis. Herba segar 30 – 60 gr direbus. (Saran 3 x 2 kapsul serbuk atau 3 x 1 kapsul ekstrak per hari, minum banyak air. )

7.       Rabun senja. Herba segar 15 – 20 gr tambah hati ayam, tim.

8.       Bisul di kelopak mata. Air rebusan meniran untuk cuci mata.

9.       Rheumatik. Minum rebusan air meniran. (Saran 3 x 1 kapsul serbuk atau 2 x 1 kapsul ekstrak)

10.    Digigit anjing gila. Herba 4 – 6 gr, direbus, minum. Tempeli luka dengan tanaman digiling campur nasi.

11.    Sakit ayan. Daun meniran ¾ genggam, direbus dengan air bersih 5 gelas, sampai mendidih hingga tinggal setengahnya. Minum 3 x ¾ gelas perhari. (Saran 3 x 1 kapsul serbuk atau 2 x 1 kapsul ekstrak per hari, minum banyak air. )

12.    Kencing manis. (Saran 3 x 1 kapsul serbuk atau 2 x 1 kapsul ekstrak per hari)

 

CARA BUDIDAYA: Perbanyakan tanaman menggunakan biji. Biji disemaikan dan dipindahkan. Pemeliharaan tanaman ini mudah, seperti tanaman lain dibutuhkan cukup air dengan penyiraman atau menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar.

KERACUNAN : Terlalu banyak minum herba meniran dalam jangka panjang dapat menimbulkan impotensi.

 

DAFTAR PUSTAKA

1.       Tanaman Berkhasiat Obat – Prof. H.M Hembing Wijayakusuma, dkk, jld 1, Pus Kartini, Jakarta, 1995.

2.       Budidaya Tanaman Berkhasiat Obat – G. Kertasapoetra, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta, 1992.

3.       Tumbuhan Obat, Oswald T. Tampubolon, Penerbit Bhatara, Jakarta, 1995.

4.       Tanaman Obat Tradisional, Thomas ANS, Jilid 2, Penerbit Kanisius-Yogyakarta, 1995, hal. 81.

5.       Obat Asli Indonesia, Dr. A. Seno Sastroamidjojo, PT. Dian Rakyat, Jakarta, 1988, hal. 376.

6.       Ensiklopedi Tumbuh-Tumbuhan, Penerbit Karya Anda, Surabaya, 1982, hal. 86.

7.       Inventaris Tanaman Obat, DepKes, Dra. Sri Sugati Syamsuhudayat, DR Johnny Ria Hutapea, 1991, Jilid I, hal. 446.

8.       Acuan Sediaan Herbal, DitJen POM – DepKes RI, digandakan oleh ;PT. Indofarma, Jakarta, 2000, hal. 72.

9.       Warta Tanaman Obat Indonesia, POKJANASTOI, Jakarta, 1993, vol. 2, No. 4.

10.    Principles and Practice of Phytotherapy, Modern Herbal Medicine, Mills Simon and Bone Kerry, Churchill Livingstone Publishers, 2000, hal. 191.

11.    Terapi Biologi Untuk Kanker, Koosnadi Saputro, Soeprapto Maat, Roem Soedoko, Univ. Airlangga press, 2000, hal. 71.

12.    Ramuan Tradisional Untuk Penyakit Kulit, Pen. Swadaya, Santoso D, Drs. Didik G, Apt. SU, 1999, hal. 74.

13.    A Guide To Medicinal Plants, Singapore Science Centre, 1998, 118.

 

 

Tue, 2 Mar 2010 @16:03
Tags: meniran


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 4+2+7

Copyright © 2012 Bali Padma Herbal · All Rights Reserved



RSS Feed