|
Tumbuhan ini termasuk divisi Pterydophyta yaitu paku-pakuan. Banyak tumbuh pada tebing-tebing, jurang dan tempat-tempat berhawa dingin, di ketinggian < 750 dpl. Batang tegak, tinggi 15 – 35 cm, akar keluar pada percabangan. Daunnya kecil-kecil, panjang 4 – 5 mm, lebar 2 mm, bentuk jorong, ujung meruncing, pangkal rata, warna daun bagian atas hijau tua, bagian bawah hijau muda. Daun tersusun di kiri kanan batang induk sampai ke percabangannya yang menyerupai cakar ayam dengan sisik-sisiknya.
KLASIFIKASI : Cakar ayam disebut Selaginela doederleinii Hieron , termasuk ke dalam famili tumbuhan Selaginellaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah rumput solo atau cemara kipas gunung.
SIFAT KIMIAWI : Kandungan kimia tumuhan ini yang sudah diketahui a. l. : Saponin, Phytosterol dan alkaloid.
EFEK FARMAKOLOGIS : Tumbuhan ini bersifat : anti piretik (penurun panas), anti toxic, anti kanker (anti neoplastik), hemostatik (menghentikan pendarahan), anti bengkak (anti oedem). Pembersih darah, stomakikum. Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki rasa manis dan sifat hangat.
BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan seluruh tanaman, pemakaian kering atau segar.
PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANNYA Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai Negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut : 1. Kanker (Kanker rahim, Kanker nasopharynx, Kanker paru, Choriopithelioma, Choriocarcinoma) Tanaman 60 gr direbus selama 3 – 4 jam dengan api kecil, minum setelah dingin. Atau 18 tablet decancerlin (=60 gr tanaman) diminum sehari 3 x 6 tablet. (Saran 3x3 kapsul serbuk atau 3x1 kapsul ekstrak perhari, minum banyak air) 2. Infeksi saluran nafas (Batuk, radang paru, radang amandel, (consilitis), serak, bronchitis). Tanaman lengkap 30 gr, direbus, minum. (Saran 3x3 kapsul atau 3x1 kapsul ekstrak perhari) 3. Jari tangan bengkak. Dilumatkan, tempel ke tempat yang sakit. 4. Tulang patah (juga faktur dan rematik). Tanaman 15 – 30 gr kering direbus, minum. Untuk obat luar dilumatkan dan ditempelkan ke tempat yang patah, bila patahnya tertutup dan posisi tulang baik. 5. Hepatitis, cholecytis, cirrhosis (pengecilan hati), perut busung (ascites), infeksi akut saluran kencing. Rebus tanaman kering 15 – 30 gram selama 3 – 4 jam, minum. (Saran 3x3 kapsul serbuk atau 3x1 kapsul ekstrak perhari, minum banyak air)
CARA BUDIDAYA: Perbanyakan tanaman menggunakan stump. Stump diperoleh dengan mencabut tumbuhan liar dan dipindahkan ke tempat budidaya. Pemeliharaan tanaman ini mudah, seperti tanaman lain dibutuhkan cukup air dengan penyiraman atau menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar. Tanaman ini sama sekali tidak tahan matahari langsung dan membutuhkan peneduh sampai dengan 80 %. Catatan : Tanaman ini juga sudah tersedia dalam bentuk obat suntik dan infus.
DAFTAR PUSTAKA 1. Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia – Prof. H.M.Hembing Wijayakusuma dkk, jilid I, Pustaka Kartini, Jkt, 1995, hal.36. 2. Medicinal Herbs in Indonesia, PT Eisai Indonesia, Jakarta, nomor 0003. 3. Ramuan Tradisional Obat Kanker, Dr. Setiawan D, Penebar Swadaya, Jakarta, 1999. 4. Inventaris Tanaman Obat, Dra. Sri Sugati S, DR J. R. Hutapea dkk, DepKes, 1991 |