
Padma Herbal yang sudah lama dikenal sebagai Pusat Pengembangan, Pengkajian dan Pelatihan Herbal berupaya menggali khasanah budaya masa lalu dan senantiasa meningkatkan kualitas bahan pelatihan, menjalin hubungan dengan kampus-kampus yang memiliki fakultas MIPA/Farmasi serta lembaga-lembaga lain terkait hasil-hasil riset terbaru dari pemanfaatan tanaman obat.Tingginya ketertarikan masyarakat akan pengetahuan tentang herbal dan semakin tumbuhnya kesadaran untuk menjaga kesehatan melalui produk-produk organik alami direspon baik oleh Padma Herbal yang secara rutin mengadakan pelatihan tentang pengenalan dan pemanfaatan tanaman obat. Padma Herbal berlokasi di jalan P.Batam No.39 Tabanan, sejak tahun 2005 telah memberikan pelatihan tentang pengenalan dan pemanfaatan tanaman obat berdasarkan hasil-hasil penelitian ilmiah. Kemarin pada 5-6 September 2009 kembali menggelar pelatihan herbal bekerjasama dengan IPATRI (Ikatan Pengobat Tradisional Indonesia) dan UPT Balai Kesehatan Komunitas Diskes Provinsi Bali, dimana para peserta pelatihan datang dari berbagai kalangan seperti; dokter, akupunturis, massage terapis, pengusaha spa, ibu rumah tangga hingga balianpun ikut dan bahkan pada angkatan kali ini seorang Guru Besar dari UNUD juga tertarik dan secara serius mengikuti pelatihan tersebut.
Ibu Prof. Dr. Tjok Istri Putra Astiti, SH.MS salah satu peserta yang dalam kesibukan beliau masih menyempatkan diri untuk ikut dimana selain seorang akademisi juga seorang pencinta lingkungan,“ Saya tertarik mengikuti pelatihan ini karena untuk melestarikan alam kita harus dapat meyakinkan diri kita juga masayarakat akan manfaat dari tumbuhan termasuk tanaman bebantenan dan herbal”.Para peserta pelatihan kali ini tidak hanya datang dari Bali, ada juga yang berasal dari Kalimantan dan dari Lombok.”Di Bali sendiri sebetulnya memiliki potensi pengobat tradisional yang besar, namun diantara mereka kurang terwadahi dan berjalan sendiri-sendiri sehingga susah untuk mengontrolnya dan berpotensi muncul masalah terutama dalam penerapan standar dasar pengobatan yang benar dan aman dengan adanya pelatihan semacam ini kami harapkan dapat menjadi solusi dari permasalahan yang ada,” demikian Drs. Cok Rai Bagus Apt,MM kepala UPT Balai Pelayanan Kesehatan Komunitas Dinas Kesehatan Provinsi Bali menyampaikan. Senada dengan hal itu Prof.Dr.dr.Nyoman Adi Putra, PFK,MOH yang juga ketua IPATRI menyambut baik digelarnya pelatihan ini,” IPATRI memiliki program untuk meningkatkan kualitas SDM para pengobat tradisional, dimana sangat sering diwacanakan bahwa banyak pengobat tradisional hanya menggunakan intuisi yang kurang ilmiah dan sering tidak rasional. Dengan pelatihan semacam ini diharapkan
Tue, 23 Feb 2010 @16:12surya |
Sat, 5 Jun 2010 @15:24Fitri |
Thu, 2 Dec 2010 @14:47Bali Padma Herbal |